• Login
  • Register
Login
Username/Email:
Password: Lost Password?
 
Indonesian Local Community


  • +Portal
  • Forum
  • Blog
  • MyDwnloads
  • Point
  • WWF
  • Lisensi
  • Iklan
  • Tentang
Indonesian Local Community › Indonesia ku › Generals › Batik kerajinan asli Indonesia

Browser Anda tidak mendukung elemen audio.
NOW PLAYING
Menghubungkan…

☰ Menu
  • Index
  • Home
  • Tentang
  • Layanan
    • Layanan 1
    • Indolokal Radio
    • Indo Hosting
    • Check Cookies MyBB
    • Password Checker
    • Whois Check
    • Check IP Details
    • Kripto Kalkulator
  • Kontak


Batik kerajinan asli Indonesia
Current time: 06-06-2026, 02:39 AM
View a Printable Version
Send this Thread to a Friend
View the Last Post of this Thread
Giving the Most Point to this Thread
Subscribe to this thread
Donasi koin to Terzier's
Users browsing this thread: 1 Guest(s)
Author: Terzier
Last Post: Terzier
Replies 1
Views 1892

Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5

[-]
Tags
kerajinan asli indonesia batik

Threaded Mode
Batik kerajinan asli Indonesia
Terzier Offline
CEO Owner
*******
CEO Owner
Hover Me!
Posts: 79
Threads: 50
Joined: Jul 2017
Reputation: 1
Location: Depan Laptop
Bio: just ordinary man!
Sex: Male
View Submissions | Download History
Refferal: Linked - 1

Terzier Koin: 502068.70
Facebook: terzier
  • Bagikan post ini ke Sosial Media!
    • Shorcut Sosial Media
    • Copy Paste Link berikut
    • Links
    • BBCode
    • HTML
#1
03-20-2025, 04:20 PM
[Image: batik.jpg]

Nahh kamu tau hari ini adalah hari apa ?,jika kalian bilang ini hari Rabu itu memang benar tapi kali ini bukan membahas tentang hari Rabu tapi membahas tentang Hari Nasional Batik,siapa yang tak kenal dengan batik hampir setiap daerah mempunyai ciri khasnya tersendiri.

Batik adalah salah satu cara pembuatan bahan pakaian. Selain itu batik bisa mengacu pada dua hal. Yang pertama adalah teknik pewarnaan kain dengan menggunakan malam untuk mencegah pewarnaan sebagian dari kain. Dalam literatur internasional, teknik ini dikenal sebagai wax-resist dyeing.

Pembuatan batik pun termasuk rumit karena diperlukan ketelitian dan lihai dalam ketrampilan,jadi jika anda ingin membeli kain batik jangan bajunya anda tidak boleh kaget dengan harganya yang fantastis dari ratusan ribu sampai jutaan rupiah

Namun dengan perkembangan zaman pembuatan batikpun bisa dibuat menggunakan tenaga mesin ataupun cap tetapi jika anda bisa lihat lebih dalam lagi batik tersebut seperti Stampel yang dicap dan terlihat seperti ukiran yang terus menerus seperti itu.

Batik juga sudah ditetapkan oleh UNESCO sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) pada tanggal 2 Oktober, 2009.

Kalian ingin buat batik ?,nah saya akan share caranya disini :

1. Langkah pertama adalah membuat desain batik yang biasa disebut molani. Dalam penentuan motif, biasanya tiap orang memiliki selera berbeda-beda. Ada yang lebih suka untuk membuat motif sendiri, namun yang lain lebih memilih untuk mengikuti motif-motif umum yang telah ada. Motif yang kerap dipakai di Indonesia sendiri adalah batik yang terbagi menjadi 2 : batik klasik, yang banyak bermain dengan simbol-simbol, dan batik pesisiran dengan ciri khas natural seperti gambar bunga dan kupu-kupu. Membuat design atau motif ini dapat menggunakan pensil.

2. Setelah selesai melakukan molani, langkah kedua adalah melukis dengan (lilin) malam menggunakan canting (dikandangi/dicantangi) dengan mengikuti pola tersebut.

3. Tahap selanjutnya, menutupi dengan lilin malam bagian-bagian yang akan tetap berwarna putih (tidak berwarna). Canting untuk bagian halus, atau kuas untuk bagian berukuran besar. Tujuannya adalah supaya saat pencelupan bahan kedalam larutan pewarna, bagian yang diberi lapisan lilin tidak terkena.

4. Tahap berikutnya, proses pewarnaan pertama pada bagian yang tidak tertutup oleh lilin dengan mencelupkan kain tersebut pada warna tertentu .

5. Setelah dicelupkan, kain tersebut di jemur dan dikeringkan.

6. Setelah kering, kembali melakukan proses pembatikan yaitu melukis dengan lilin malam menggunakan canting untuk menutup bagian yang akan tetap dipertahankan pada pewarnaan yang pertama.

7. Kemudian, dilanjutkan dengan proses pencelupan warna yang kedua.

8. Proses berikutnya, menghilangkan lilin malam dari kain tersebut dengan cara meletakkan kain tersebut dengan air panas diatas tungku.

9. Setelah kain bersih dari lilin dan kering, dapat dilakukan kembali proses pembatikan dengan penutupan lilin (menggunakan alat canting)untuk menahan warna pertama dan kedua.

10. Proses membuka dan menutup lilin malam dapat dilakukan berulangkali sesuai dengan banyaknya warna dan kompleksitas motif yang diinginkan.
11. Proses selanjutnya adalah nglorot, dimana kain yang telah berubah warna direbus air panas. Tujuannya adalah untuk menghilangkan lapisan lilin, sehingga motif yang telah digambar sebelumnya terlihat jelas. Anda tidak perlu kuatir, pencelupan ini tidak akan membuat motif yang telah Anda gambar terkena warna, karena bagian atas kain tersebut masih diselimuti lapisan tipis (lilin tidak sepenuhnya luntur). Setelah selesai, maka batik tersebut telah siap untuk digunakan.

12. Proses terakhir adalah mencuci kain batik tersebut dan kemudian mengeringkannya dengan menjemurnya sebelum dapat digunakan dan dipakai.

Code:
Sumber : http://pesonabatik.site40.net/
visit - [Image: Terzier.svg?logo=liberapay]

Reply
Website Find
Reply
Terzier Offline
CEO Owner
*******
CEO Owner
Hover Me!
Posts: 79
Threads: 50
Joined: Jul 2017
Reputation: 1
Location: Depan Laptop
Bio: just ordinary man!
Sex: Male
View Submissions | Download History
Refferal: Linked - 1

Terzier Koin: 502068.70
Facebook: terzier
  • Bagikan post ini ke Sosial Media!
    • Shorcut Sosial Media
    • Copy Paste Link berikut
    • Links
    • BBCode
    • HTML
#2
03-20-2025, 04:27 PM
Sejarah Batik :

Seni pewarnaan kain dengan teknik perintang pewarnaan menggunakan malam adalah salah satu bentuk seni kuno. Penemuan di Mesir menunjukkan bahwa teknik ini telah dikenal semenjak abad ke-4 SM, dengan diketemukannya kain pembungkus mumi yang juga dilapisi malam untuk membentuk pola. Di Asia, teknik serupa batik juga diterapkan di Tiongkok semasa Dinasti T'ang (618-907) serta di India dan Jepang semasa Periode Nara (645-794). Di Afrika, teknik seperti batik dikenal oleh Suku Yoruba di Nigeria, serta Suku Soninke dan Wolof di Senegal.[2]. Di Indonesia, batik dipercaya sudah ada semenjak zaman Majapahit, dan menjadi sangat populer akhir abad XVIII atau awal abad XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad XX dan batik cap baru dikenal setelah Perang Dunia I atau sekitar tahun 1920-an.

Walaupun kata "batik" berasal dari bahasa Jawa, kehadiran batik di Jawa sendiri tidaklah tercatat. G.P. Rouffaer berpendapat bahwa tehnik batik ini kemungkinan diperkenalkan dari India atau Srilangka pada abad ke-6 atau ke-7. Di sisi lain, J.L.A. Brandes (arkeolog Belanda) dan F.A. Sutjipto (sejarawan Indonesia) percaya bahwa tradisi batik adalah asli dari daerah seperti Toraja, Flores, Halmahera, dan Papua. Perlu dicatat bahwa wilayah tersebut bukanlah area yang dipengaruhi oleh Hinduisme tetapi diketahui memiliki tradisi kuna membuat batik.

G.P. Rouffaer juga melaporkan bahwa pola gringsing sudah dikenal sejak abad ke-12 di Kediri, Jawa Timur. Dia menyimpulkan bahwa pola seperti ini hanya bisa dibentuk dengan menggunakan alat canting, sehingga ia berpendapat bahwa canting ditemukan di Jawa pada masa sekitar itu. Detil ukiran kain yang menyerupai pola batik dikenakan oleh Prajnaparamita, arca dewi kebijaksanaan buddhis dari Jawa Timur abad ke-13. Detil pakaian menampilkan pola sulur tumbuhan dan kembang-kembang rumit yang mirip dengan pola batik tradisional Jawa yang dapat ditemukan kini. Hal ini menunjukkan bahwa membuat pola batik yang rumit yang hanya dapat dibuat dengan canting telah dikenal di Jawa sejak abad ke-13 atau bahkan lebih awal.

Legenda dalam literatur Melayu abad ke-17, Sulalatus Salatin menceritakan Laksamana Hang Nadim yang diperintahkan oleh Sultan Mahmud untuk berlayar ke India agar mendapatkan 140 lembar kain serasah dengan pola 40 jenis bunga pada setiap lembarnya. Karena tidak mampu memenuhi perintah itu, dia membuat sendiri kain-kain itu. Namun sayangnya kapalnya karam dalam perjalanan pulang dan hanya mampu membawa empat lembar sehingga membuat sang Sultan kecewa. Oleh beberapa penafsir, serasah itu ditafsirkan sebagai batik.

Dalam literatur Eropa, teknik batik ini pertama kali diceritakan dalam buku History of Java (London, 1817) tulisan Sir Thomas Stamford Raffles. Ia pernah menjadi Gubernur Inggris di Jawa semasa Napoleon menduduki Belanda. Pada 1873 seorang saudagar Belanda Van Rijekevorsel memberikan selembar batik yang diperolehnya saat berkunjung ke Indonesia ke Museum Etnik di Rotterdam dan pada awal abad ke-19 itulah batik mulai mencapai masa keemasannya. Sewaktu dipamerkan di Exposition Universelle di Paris pada tahun 1900, batik Indonesia memukau publik dan seniman.

Semenjak industrialisasi dan globalisasi, yang memperkenalkan teknik otomatisasi, batik jenis baru muncul, dikenal sebagai batik cap dan batik cetak, sementara batik tradisional yang diproduksi dengan teknik tulisan tangan menggunakan canting dan malam disebut batik tulis. Hugh Clifford merekam industri di Pekan tahun 1895 bagi menghasilkan batik, kain pelangi, dan kain telepok.

Wikipedia.org
visit - [Image: Terzier.svg?logo=liberapay]

Reply
Website Find
Reply
« Next Oldest | Next Newest »




Was This Thread Useful ? - Please Link To Us
Share
Links
BBCode
HTML


  • View a Printable Version
Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)

  • Contact Us
  • Lite (Archive) Mode
  • Banneds
  • IP Address
  • Uptime Status
Coding using MyBB. Indolokal.com © 2009 - 2026
Designed By Rooloo. Icons by getbootstrap
Top